Zeno (495-435 SM), pengikut Parmenindes dan doktrinnya tentang Esa, berupaya untuk membuktikan ketakberadaan yang banyak. Dia kehilangan kepalanya karena pengkhianatan, tapi sebelumnya dia mengusulkan serangkaian paradoks abadi. Salah satunya adalah The Achilles.
"Paradoks-paradoks itu merupakan upaya-upaya segar yang dicuri dan diterbitkan tanpa persetujuan saya." (Zeno)
Achilles, peari tercepat pada zamannya, berupaya menangkap seekor kura-kura. Tetapi pada saat dia mencapai tempat di mana kura-kura tersebut mulai bergerak, sang kura-kura telah jauh bergerak. Dan pada saat Achilles mencapai tempat kura-kura tersebut, kura-kura sudah bergerak jauh lagi, begitulah seterusnya tak terhingga. Jarak yang memisahkan Achilles dan kura-kura akan terus berkurang, tapi tidak akan pernah lenyap sama sekali. Yang lambat tidak akan pernah disalip oleh yang cepat.
"Besaran-besaran tak berhingga menakjubkan otak kita, yang panjangnya 6 inchi, lebarnya 5 inchi, dan tebalnya 6 inchi, dalam kepala yang paling besar." (Voltaire, 1694-1778)
Achilles dan pelbagai paradoks Zeno yang lain semakin membingungkan orang-orang Yunani yang dilumpuhkan oleh "Horor Ketakberhinggaan" sampai Archimedes datang menyelematkan.
Dinukil dari buku: "Mengenal Newton for Beginners." Karya: William Rankin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar