Senin, 11 Maret 2019

Rheticus & Gerak Mars

Georg Joachim Rheticus (1514-1576)
Khawatir akan kemungkinan munculnya kontroversi, Copernicus menutup bukunya selama tiga puluh tahun. Tapi berbagai gosip menyebar. Pada 1539, seorang profesor muda bidang matematika dan astronomi asal Jerman, Rheticus, mendatangi Copernicus di kediamannya di Frauenburg untuk mendapatkan jawaban.

Rheticus diizinkan membaca manuskrip itu. Dibutuhkan sepuluh minggu untuk memahami manuskrip ini. Marslah yang paling membingungkan. Rheticus berdoa memohon bantuan. Sesosok malaikat muncul, menjambak rambutnya, dan membenturkan kepalanya ke langit-langit lalu lantai secara bergantian, sambil berkata: "Inilah gerak Mars."
Terguncang tapi merasa yakin, Rheticus mengambil alih untuk menerbitkan manuskrip itu di Nuremberg. Tapi baru setengah jalan, polisi mengankapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A guide to edge computing

Put simply, edge computing is the method of processing data where it is being generated, at the edge of a network. Doing the work at the e...